Laporan Tahunan 2016

UPT Layanan Kesehatan merupakan pusat pelayanan kesehatan rawat jalan bagi civitas ITB khususnya dan masyarakat umum. Pelayanan kesehatan ini telah dilakukan sejak tahun 1977 oleh ibu-ibu Idhata ITB dan terus berkembang, baik dari sisi pelayanan maupun organisasional. Memasuki tahun 2006, secara organisasional, Pusat Pelayanan Kesehatan ITB menjadi Unit Pelaksana Teknis dengan nama resmi UPT Layanan Kesehatan Bumi Medika Ganesa. Perubahan bentuk organisasi ini membawa implikasi pada sistem administrasi operasional. Salah satunya adalah bergabungnya UPT Layanan Kesehatan ke dalam sistem Rencana Kegiatan dan Anggaran ITB. Namun, pada tahun 2006 tersebut, UPT Yankes BMG belum terintegrasi sepenuhnya dalam sistem RKA dan masih dalam tahap transisi.

Semenjak tahun 2007, UPT Yankes BMG telah terintegrasi dengan sistem RKA ITB. Dalam hal ini, seluruh pemasukan UPT Yankes BMG langsung disetorkan ke rekening Penampungan Penerimaan UPT dan seluruh pengeluaran UPT Yankes BMG didanai dari RKA yang telah disusun di akhir tahun 2006. Diterapkannya sistem RKA ITB dalam pendanaan operasional UPT Yankes BMG ini merupakan tantangan tersendiri karena karakteristik operasional UPT Yankes BMG berbeda dengan karakteristik unit akademis. Perbedaan ini terkait dengan volume kegiatan yang sulit untuk diprediksi karena sepenuhnya tergantung pada jumlah kunjungan pasien.

Program kerja dan anggaran tahunan UPT Layanan Kesehatan Bumi Medika Ganesa  tahun 2016 disusun berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) UPT Yankes BMG tahun 2011 Р2015. Renstra tersebut merupakan arahan kebijakan dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan dan pengembangan UPT Yankes BMG dalam jangka waktu lima tahun dengan memperhatikan perkembangan ITB dan lingkungan strategisnya. Dengan demikian program kerja dan anggaran tahunan UPT Yankes BMG setiap tahunnya disusun selaras dengan Renstra ITB untuk mewujudkan visi dan misi ITB.

Program kerja UPT Yankes BMG terdiri dari Program Kerja Kelangsungan Operasi, dan Program Kerja Prospektif. Capaian utama tahun 2016 dari Program Kelangsungan Operasi adalah adanya rata-rata penurunan jumlah pasien sebesar 9,86 %. Penyebab penurunan jumlah pasien ini akan diinvestigasi di 2017 melalui survey kepuasan pelayanan pasien dengan metode SERVQUAL. Untuk Program Pengembangan adanya peningkatan sarana prasarana untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap pasien diantaranya berupa penambahan inventaris medis, pemasangan CCTV, penyempurnaan fasilitas mobil ambulace, penuntasan perijinan klinik dan apotek, dan peningkatan performa sistem informasi yang sudah dikembangkan dari tahun 2011.

Sebanyak 41,4% total kunjungan pasien ke UPT Yankes dikontribusi oleh pasien akupunktur (38,2%) dan fisioterapi (3,2%) (layanan di luar kompetensi inti UPT Yankes yang diswakelolakan oleh pihak ketiga dengan sistem bagi hasil). Sebanyak 52,5 % pengguna jasa layanan kesehatan UPT BMG adalah mahasiswa. Selanjutnya, kunjungan terbesar pengguna jasa UPT Yankes BMG adalah karyawan ITB sebesar 13,6%. Proporsi ini tidak berubah dan bahkan sama dengan profil kunjungan di tahun 2016. Sedangkan kunjungan masyarakat umum (yang merupakan kategori penyumbang pendapatan cash terbesar) meningkat dari  11,6% di tahun 2016 menjadi 12,6% di 2017. Hal ini disebabkan meskipun layanan UPT Yankes diprioritaskan untuk melayani civitas akademik ITB, namun tidak menutup kemungkinan adanya pasien umum. Selain itu, mindset UPT Yankes BMG ITB adalah unit nirlaba yang operasionalisasinya didanai dari RKA ITB.