Kesehatan – UPT Layanan Kesehatan https://yankes.itb.ac.id Institut Teknologi Bandung Tue, 12 May 2026 04:25:15 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://yankes.itb.ac.id/wp-content/uploads/2022/11/cropped-logo-itb-1-32x32.png Kesehatan – UPT Layanan Kesehatan https://yankes.itb.ac.id 32 32 Edukasi Kankerserviks dan Diabetes Melitus https://yankes.itb.ac.id/edukasi-kankerserviks-dan-diabetes-melitus/ Tue, 12 May 2026 04:19:41 +0000 https://yankes.itb.ac.id/?p=9162 UPT Layanan Kesehatan ITB Gelar Edukasi dan Skrining Kanker Serviks serta Diabetes Melitus Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Institut Teknologi Bandung melalui UPT Layanan Kesehatan ITB mengadakan kegiatan edukasi dan skrining kesehatan terkait kanker serviks serta diabetes melitus di Klinik Utama Bumi Medika Ganesa ITB, Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini penyakit, sekaligus memberikan akses pemeriksaan kesehatan secara langsung dan gratis, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi kesehatan dari tenaga medis profesional mengenai faktor risiko, gejala, pencegahan, hingga pentingnya pemeriksaan rutin untuk kanker serviks dan diabetes melitus. Tidak hanya itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan terkait kondisi kesehatan mereka. Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga menghadirkan layanan skrining kesehatan sebagai langkah preventif untuk membantu mendeteksi risiko penyakit sejak dini. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, mulai dari sesi penyuluhan hingga pemeriksaan kesehatan. UPT Yankes ITB berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Melalui program edukasi dan skrining kesehatan ini, UPT Layanan Kesehatan ITB kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang promotif, preventif, dan lebih dekat dengan masyarakat.

The post Edukasi Kankerserviks dan Diabetes Melitus appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>

UPT Layanan Kesehatan ITB Gelar Edukasi dan Skrining Kanker Serviks serta Diabetes Melitus

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Institut Teknologi Bandung melalui UPT Layanan Kesehatan ITB mengadakan kegiatan edukasi dan skrining kesehatan terkait kanker serviks serta diabetes melitus di Klinik Utama Bumi Medika Ganesa ITB, Bandung.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini penyakit, sekaligus memberikan akses pemeriksaan kesehatan secara langsung dan gratis, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi kesehatan dari tenaga medis profesional mengenai faktor risiko, gejala, pencegahan, hingga pentingnya pemeriksaan rutin untuk kanker serviks dan diabetes melitus. Tidak hanya itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan terkait kondisi kesehatan mereka.

Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga menghadirkan layanan skrining kesehatan sebagai langkah preventif untuk membantu mendeteksi risiko penyakit sejak dini. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, mulai dari sesi penyuluhan hingga pemeriksaan kesehatan.

UPT Yankes ITB berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.

Melalui program edukasi dan skrining kesehatan ini, UPT Layanan Kesehatan ITB kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang promotif, preventif, dan lebih dekat dengan masyarakat.

The post Edukasi Kankerserviks dan Diabetes Melitus appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>
Surat Keterangan Bebas Buta Warna Bagi Calon Mahasiswa Baru ITB TA 2024/2025 https://yankes.itb.ac.id/surat-keterangan-bebas-buta-warna-bagi-calon-mahasiswa-baru-itb-ta-2024-2025/ Mon, 23 Jun 2025 04:01:37 +0000 https://yankes.itb.ac.id/?p=8808 Kami ucapkan selamat kepada seluruh calon mahasiswa yang telah berhasil lolos seleksi dan dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB) Tahun Akademik 2025/2026. Selamat datang di lingkungan akademik yang penuh semangat inovasi, kolaborasi, dan pengembangan diri. Sebagai bagian dari persyaratan wajib dalam proses daftar ulang, setiap mahasiswa baru diwajibkan untuk menyertakan Surat Keterangan Bebas Buta Warna. Surat ini menjadi dokumen penting yang dibutuhkan untuk memastikan kesiapan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan akademik di beberapa program studi tertentu yang memiliki persyaratan penglihatan warna normal. Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, Klinik Utama Bumi Medika Ganesha (BMG) ITB, sebagai unit layanan kesehatan resmi di bawah naungan ITB, menyediakan layanan pemeriksaan penglihatan oleh dokter spesialis mata serta penerbitan surat keterangan bebas buta warna secara langsung di lokasi kampus. Ketentuan dan Persyaratan Pemeriksaan: Agar proses pemeriksaan dapat berjalan lancar, mohon diperhatikan beberapa persyaratan penting berikut: Peserta wajib membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai identitas resmi saat pemeriksaan. Pengguna kacamata diharuskan menggunakan atau membawa kacamata pribadi saat pemeriksaan berlangsung. Penggunaan lensa kontak tidak diperkenankan selama proses pemeriksaan, demi menjaga akurasi hasil evaluasi penglihatan. Peserta dengan kondisi mata merah atau iritasi aktif tidak diperbolehkan mengikuti pemeriksaan dan disarankan untuk menjadwalkan ulang hingga kondisi mata kembali normal. Pelayanan Dokter Spesialis: Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga profesional, yakni: dr. Luh Suci Maharani, Sp.MDokter Spesialis Mata Prosedur Reservasi: Guna memastikan kenyamanan dan efisiensi waktu pelayanan, pemeriksaan dilakukan berdasarkan sistem reservasi online. Silakan lakukan pemesanan jadwal pemeriksaan melalui tautan reservasi atau pemindaian QR Code yang tersedia pada poster informasi. šŸ“ž Untuk informasi lebih lanjut dan bantuan reservasi, Anda dapat menghubungi:Nomor WhatsApp Resmi Klinik: 0813-2425-3709 Kami mendorong seluruh calon mahasiswa untuk segera melakukan pemeriksaan dan mengurus surat keterangan ini sesegera mungkin agar seluruh tahapan daftar ulang dapat diselesaikan dengan tepat waktu dan tanpa kendala. Semoga proses persiapan akademik Anda berjalan lancar dan sukses.Salam sehat dan selamat bergabung bersama keluarga besar ITB.

The post Surat Keterangan Bebas Buta Warna Bagi Calon Mahasiswa Baru ITB TA 2024/2025 appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>

Kami ucapkan selamat kepada seluruh calon mahasiswa yang telah berhasil lolos seleksi dan dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB) Tahun Akademik 2025/2026. Selamat datang di lingkungan akademik yang penuh semangat inovasi, kolaborasi, dan pengembangan diri.

Sebagai bagian dari persyaratan wajib dalam proses daftar ulang, setiap mahasiswa baru diwajibkan untuk menyertakan Surat Keterangan Bebas Buta Warna. Surat ini menjadi dokumen penting yang dibutuhkan untuk memastikan kesiapan mahasiswa dalam mengikuti kegiatan akademik di beberapa program studi tertentu yang memiliki persyaratan penglihatan warna normal.

Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, Klinik Utama Bumi Medika Ganesha (BMG) ITB, sebagai unit layanan kesehatan resmi di bawah naungan ITB, menyediakan layanan pemeriksaan penglihatan oleh dokter spesialis mata serta penerbitan surat keterangan bebas buta warna secara langsung di lokasi kampus.

Ketentuan dan Persyaratan Pemeriksaan:

Agar proses pemeriksaan dapat berjalan lancar, mohon diperhatikan beberapa persyaratan penting berikut:

  1. Peserta wajib membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai identitas resmi saat pemeriksaan.

  2. Pengguna kacamata diharuskan menggunakan atau membawa kacamata pribadi saat pemeriksaan berlangsung.

  3. Penggunaan lensa kontak tidak diperkenankan selama proses pemeriksaan, demi menjaga akurasi hasil evaluasi penglihatan.

  4. Peserta dengan kondisi mata merah atau iritasi aktif tidak diperbolehkan mengikuti pemeriksaan dan disarankan untuk menjadwalkan ulang hingga kondisi mata kembali normal.

Pelayanan Dokter Spesialis:

Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga profesional, yakni:
dr. Luh Suci Maharani, Sp.M
Dokter Spesialis Mata

Prosedur Reservasi:

Guna memastikan kenyamanan dan efisiensi waktu pelayanan, pemeriksaan dilakukan berdasarkan sistem reservasi online. Silakan lakukan pemesanan jadwal pemeriksaan melalui tautan reservasi atau pemindaian QR Code yang tersedia pada poster informasi.

šŸ“ž Untuk informasi lebih lanjut dan bantuan reservasi, Anda dapat menghubungi:
Nomor WhatsApp Resmi Klinik: 0813-2425-3709


Kami mendorong seluruh calon mahasiswa untuk segera melakukan pemeriksaan dan mengurus surat keterangan ini sesegera mungkin agar seluruh tahapan daftar ulang dapat diselesaikan dengan tepat waktu dan tanpa kendala.

Semoga proses persiapan akademik Anda berjalan lancar dan sukses.
Salam sehat dan selamat bergabung bersama keluarga besar ITB.

The post Surat Keterangan Bebas Buta Warna Bagi Calon Mahasiswa Baru ITB TA 2024/2025 appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>
Apa Itu HMPV?? https://yankes.itb.ac.id/hmpv/ Sun, 02 Feb 2025 02:43:03 +0000 https://yankes.itb.ac.id/?p=8517 APA ITU HUMAN METAPNEUMOVIRUS (HMPV)? Human metapneumovirus (HMPV) adalah penyebab umum infeksi saluran pernafasan pada manusia. Pada tahun 2016, HMPV diklasifikasikan semula dari famili Paramyxovirdae ke famili Pneumoviridae. Virus ini terdiri dari kelompok genetik A dan B yang masing-masing dibagi menjadi subkelas yang terdiri dari A1, A2, B1, B2 dengan variabilitas dari tahun ke tahun. HMPV pertama kali ditemukan pada tahun 2001 di Belanda namun kini telah ditemukan di seluruh dunia. HMPV adalah virus yang menyebabkan penularan penyakit di bagian saluran pernapasan. Penularan virus HMPV biasanya menimbulkan berbagai gejala, seperti batuk, pilek, hidung tersumbat, serta demam. Virus HMPV dapat menyerang siapa saja, tetapiĀ  virus HMPV lebih sering terjadi pada bayi, anak di bawah usia 5 tahun, lansia yang memiliki penyakit kronis, serta orang yang memiliki sistem imun yang lemah. PATOFISIOLOGI Metapneumovirus manusia menyebar dari orang ke orang melalui tetesan pernapasan. Masa inkubasi HMPV berkisar antara 3 hingga 5 hari dan bervariasi antar individu. Setelah inokulasi pada mukosa nasofaring, virus dapat dengan cepat menyebar ke saluran pernapasan. HMPV mengandung sekitar delapan gen yang mengkode sembilan protein berbeda yang bertanggung jawab untuk menginfeksi sel inang. Proses inflamasi juga menyebabkan masuknya monosit dan limfosit ke dalam endotel saluran napas. Gabungan respons ini menyebabkan peradangan paru yang menyebabkan manifestasi pernapasan berupa batuk, produksi lendir, demam, dan dispnea. GEJALA DAN FAKTOR RISIKO INFEKSI HMPV Orang yang terpapar HMPV biasanya memiliki gejala yang mirip dengan orang yang terkena flu. Gejala umum infeksi saluran pernapasan atas meliputi batuk, pilek, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan. Gejala infeksi saluran pernapasan bawah antara lain mengi, demam, batuk, sesak napas, hipoksia. Pada anak-anak dapat menyebabkan bronkiolitis, eksaserbasi asma akut, suara serak (croup), dan pneumonia. Hal ini mungkin memerlukan rawat inap di rumah sakit, tergantung pada tingkat keparahan gejalanya. Pada orang dewasa, HMPV dapat menyebabkan pneumonia, eksaserbasi asma akut, dan eksaserbasi akut pada penyakit paru obstruktif kronik. Gejala pada saluran pencernaan seperti diare, mual, dan muntah juga telah diperhatikan. Membran timpani abnormal yang menandakan infeksi atau peradangan telinga bagian tengah (otitis media) akut juga dapat terjadi. Faktor resiko yang dapat membuat gejala-gejala ini bisa sangat parah pada orang dewasa dengan penyakit penyerta, berusia lebih dari 65 tahun, dan pasien dengan sistem imun lemah, termasuk penderita HIV, kanker, terapi imunomodulator, dan penerima transplantasi organ PENANGANAN DAN PENGOBATAN Pengobatan utama adalah tindakan suportif. Pemberian Obat Antipiretik Pemberian obat antipiretik seperti asetaminofen/paracetamol dan ibuprofen diberikan pada pasien yang mengalami demam. Hidrasi cairan Jika pasien tampak dehidrasi dan tidak dapat mentoleransi hidrasi oral, hidrasi cairan intravena diindikasikan. Pemberian Oksigen Selain itu, pasien dengan HMPV mungkin memerlukan dukungan oksigen tambahan seperti kanula nasal aliran tinggi atau bahkan ventilasi mekanis pada kasus berat yang menyebabkan gagal napas akut, terutama pada pasien yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung yang sudah ada sebelumnya serta mereka yang mengalami gangguan kekebalan tubuh. Sebagian besar pasien mengalami pemulihan penuh. Ditempatkan diruang yang terpisah setiap pasien dengan HMPV harus ditempatkan pada tindakan pencegahan droplet untuk membatasi dan mencegah penyebaran. Belum ada vaksin untuk HMPV yang tersedia saat ini. PENCEGAHAN Penularan virus HMPV serupa dengan virus flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada. Karena itu, Mentri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan. Adapun tindakan pencegahan yang dilakukan oleh Klinik Utama Bumi Medika Ganesa adalah dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: Penyuluhan dan sosialisasi tentang pentingnya mencuci tangan yang benar baik secara langsung kepada tenaga kesehatan dan pasien maupun secara digital dengan pembuatan video Menyediakan sarana mencuci tangan dan informasi terkait cuci tangan yang benar Menyediakan handsanitizer / handrub dilingkungan klinik yang mudah di jangkau baik oleh Pasien maupun Tenaga Kesehatan dan disertai dengan informasi cara penggunaan yang baik dan benar. Menyediakan alat pelindung diri dasar seperti masker untuk mencegah penyebaran droplet Melakukan publikasi terkait etika batuk dan pola hidup sehat berupa poster di lingkungan klinik. Lingkungan Klinik memiliki siklus udara yang baik dan lingkungan yang bersih mencegah terjadinya penularan infeksi. UPT Layanan Kesehatan ITB juga berusaha memberi kontribusi dalam proses pencegahan dan menjadi fasilitas kesehatan yang baik dan terpercaya untuk civitas ITB maupun masyarakat umum. Kami menyediakan Klinik Pratama ITB untuk layanan dokter umum, dokter gigi umum, layanan KIA dan instalasi farmasi, selain itu terdapat pula Klinik Utama Bumi Medika Ganesa yang menyediakan layanan spesialistik yaitu konsultasi dokter spesialis Ā (dokter Spesialis Mata, Penyakit Dalam, Jiwa, Gigi Periodonsia) maupun layanan penunjang seperti radiologi, laboratorium dan instalasi farmasi. Daftar Pustaka Sanaa Uddin;Ā Meagan Thomas, Human Metapneumovirus, Treasure Island (FL):Ā StatPearls Publishing; (2023 July 17) Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560910/ Muhawarman Aji, Virus HMPV Ditemukan di Indonesia, Menkes: Mirip Flu Biasa, Tidak Perlu Panik [Halaman Web]. (2025, Januari 6) Retrieved from https://kemkes.go.id/id/virus-hmpv-ditemukan-di-indonesia-menkes-mirip-flu-biasa-tidak-perlu-panikĀ 

The post Apa Itu HMPV?? appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>

APA ITU HUMAN METAPNEUMOVIRUS (HMPV)?

Human metapneumovirus (HMPV) adalah penyebab umum infeksi saluran pernafasan pada manusia. Pada tahun 2016, HMPV diklasifikasikan semula dari famili Paramyxovirdae ke famili Pneumoviridae. Virus ini terdiri dari kelompok genetik A dan B yang masing-masing dibagi menjadi subkelas yang terdiri dari A1, A2, B1, B2 dengan variabilitas dari tahun ke tahun. HMPV pertama kali ditemukan pada tahun 2001 di Belanda namun kini telah ditemukan di seluruh dunia.

HMPV adalah virus yang menyebabkan penularan penyakit di bagian saluran pernapasan. Penularan virus HMPV biasanya menimbulkan berbagai gejala, seperti batuk, pilek, hidung tersumbat, serta demam. Virus HMPV dapat menyerang siapa saja, tetapiĀ  virus HMPV lebih sering terjadi pada bayi, anak di bawah usia 5 tahun, lansia yang memiliki penyakit kronis, serta orang yang memiliki sistem imun yang lemah.

PATOFISIOLOGI

Metapneumovirus manusia menyebar dari orang ke orang melalui tetesan pernapasan. Masa inkubasi HMPV berkisar antara 3 hingga 5 hari dan bervariasi antar individu. Setelah inokulasi pada mukosa nasofaring, virus dapat dengan cepat menyebar ke saluran pernapasan. HMPV mengandung sekitar delapan gen yang mengkode sembilan protein berbeda yang bertanggung jawab untuk menginfeksi sel inang. Proses inflamasi juga menyebabkan masuknya monosit dan limfosit ke dalam endotel saluran napas. Gabungan respons ini menyebabkan peradangan paru yang menyebabkan manifestasi pernapasan berupa batuk, produksi lendir, demam, dan dispnea.

GEJALA DAN FAKTOR RISIKO INFEKSI HMPV

  • Orang yang terpapar HMPV biasanya memiliki gejala yang mirip dengan orang yang terkena flu.
  • Gejala umum infeksi saluran pernapasan atas meliputi batuk, pilek, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan.
  • Gejala infeksi saluran pernapasan bawah antara lain mengi, demam, batuk, sesak napas, hipoksia. Pada anak-anak dapat menyebabkan bronkiolitis, eksaserbasi asma akut, suara serak (croup), dan pneumonia. Hal ini mungkin memerlukan rawat inap di rumah sakit, tergantung pada tingkat keparahan gejalanya.
  • Pada orang dewasa, HMPV dapat menyebabkan pneumonia, eksaserbasi asma akut, dan eksaserbasi akut pada penyakit paru obstruktif kronik.
  • Gejala pada saluran pencernaan seperti diare, mual, dan muntah juga telah diperhatikan. Membran timpani abnormal yang menandakan infeksi atau peradangan telinga bagian tengah (otitis media) akut juga dapat terjadi.
  • Faktor resiko yang dapat membuat gejala-gejala ini bisa sangat parah pada orang dewasa dengan penyakit penyerta, berusia lebih dari 65 tahun, dan pasien dengan sistem imun lemah, termasuk penderita HIV, kanker, terapi imunomodulator, dan penerima transplantasi organ

PENANGANAN DAN PENGOBATAN

Pengobatan utama adalah tindakan suportif.

  1. Pemberian Obat Antipiretik

Pemberian obat antipiretik seperti asetaminofen/paracetamol dan ibuprofen diberikan pada pasien yang mengalami demam.

  1. Hidrasi cairan

Jika pasien tampak dehidrasi dan tidak dapat mentoleransi hidrasi oral, hidrasi cairan intravena diindikasikan.

  1. Pemberian Oksigen

Selain itu, pasien dengan HMPV mungkin memerlukan dukungan oksigen tambahan seperti kanula nasal aliran tinggi atau bahkan ventilasi mekanis pada kasus berat yang menyebabkan gagal napas akut, terutama pada pasien yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung yang sudah ada sebelumnya serta mereka yang mengalami gangguan kekebalan tubuh. Sebagian besar pasien mengalami pemulihan penuh.

  1. Ditempatkan diruang yang terpisah

setiap pasien dengan HMPV harus ditempatkan pada tindakan pencegahan droplet untuk membatasi dan mencegah penyebaran. Belum ada vaksin untuk HMPV yang tersedia saat ini.

PENCEGAHAN

Penularan virus HMPV serupa dengan virus flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.

Karena itu, Mentri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan.

Adapun tindakan pencegahan yang dilakukan oleh Klinik Utama Bumi Medika Ganesa adalah dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  1. Penyuluhan dan sosialisasi tentang pentingnya mencuci tangan yang benar baik secara langsung kepada tenaga kesehatan dan pasien maupun secara digital dengan pembuatan video
  2. Menyediakan sarana mencuci tangan dan informasi terkait cuci tangan yang benar
  3. Menyediakan handsanitizer / handrub dilingkungan klinik yang mudah di jangkau baik oleh Pasien maupun Tenaga Kesehatan dan disertai dengan informasi cara penggunaan yang baik dan benar.
  4. Menyediakan alat pelindung diri dasar seperti masker untuk mencegah penyebaran droplet
  5. Melakukan publikasi terkait etika batuk dan pola hidup sehat berupa poster di lingkungan klinik.
  6. Lingkungan Klinik memiliki siklus udara yang baik dan lingkungan yang bersih mencegah terjadinya penularan infeksi.

UPT Layanan Kesehatan ITB juga berusaha memberi kontribusi dalam proses pencegahan dan menjadi fasilitas kesehatan yang baik dan terpercaya untuk civitas ITB maupun masyarakat umum. Kami menyediakan Klinik Pratama ITB untuk layanan dokter umum, dokter gigi umum, layanan KIA dan instalasi farmasi, selain itu terdapat pula Klinik Utama Bumi Medika Ganesa yang menyediakan layanan spesialistik yaitu konsultasi dokter spesialis Ā (dokter Spesialis Mata, Penyakit Dalam, Jiwa, Gigi Periodonsia) maupun layanan penunjang seperti radiologi, laboratorium dan instalasi farmasi.

The post Apa Itu HMPV?? appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>