admin – UPT Layanan Kesehatan https://yankes.itb.ac.id Institut Teknologi Bandung Tue, 12 May 2026 01:40:05 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://yankes.itb.ac.id/wp-content/uploads/2022/11/cropped-logo-itb-1-32x32.png admin – UPT Layanan Kesehatan https://yankes.itb.ac.id 32 32 Apa Itu HMPV?? https://yankes.itb.ac.id/hmpv/ Sun, 02 Feb 2025 02:43:03 +0000 https://yankes.itb.ac.id/?p=8517 APA ITU HUMAN METAPNEUMOVIRUS (HMPV)? Human metapneumovirus (HMPV) adalah penyebab umum infeksi saluran pernafasan pada manusia. Pada tahun 2016, HMPV diklasifikasikan semula dari famili Paramyxovirdae ke famili Pneumoviridae. Virus ini terdiri dari kelompok genetik A dan B yang masing-masing dibagi menjadi subkelas yang terdiri dari A1, A2, B1, B2 dengan variabilitas dari tahun ke tahun. HMPV pertama kali ditemukan pada tahun 2001 di Belanda namun kini telah ditemukan di seluruh dunia. HMPV adalah virus yang menyebabkan penularan penyakit di bagian saluran pernapasan. Penularan virus HMPV biasanya menimbulkan berbagai gejala, seperti batuk, pilek, hidung tersumbat, serta demam. Virus HMPV dapat menyerang siapa saja, tetapi  virus HMPV lebih sering terjadi pada bayi, anak di bawah usia 5 tahun, lansia yang memiliki penyakit kronis, serta orang yang memiliki sistem imun yang lemah. PATOFISIOLOGI Metapneumovirus manusia menyebar dari orang ke orang melalui tetesan pernapasan. Masa inkubasi HMPV berkisar antara 3 hingga 5 hari dan bervariasi antar individu. Setelah inokulasi pada mukosa nasofaring, virus dapat dengan cepat menyebar ke saluran pernapasan. HMPV mengandung sekitar delapan gen yang mengkode sembilan protein berbeda yang bertanggung jawab untuk menginfeksi sel inang. Proses inflamasi juga menyebabkan masuknya monosit dan limfosit ke dalam endotel saluran napas. Gabungan respons ini menyebabkan peradangan paru yang menyebabkan manifestasi pernapasan berupa batuk, produksi lendir, demam, dan dispnea. GEJALA DAN FAKTOR RISIKO INFEKSI HMPV Orang yang terpapar HMPV biasanya memiliki gejala yang mirip dengan orang yang terkena flu. Gejala umum infeksi saluran pernapasan atas meliputi batuk, pilek, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan. Gejala infeksi saluran pernapasan bawah antara lain mengi, demam, batuk, sesak napas, hipoksia. Pada anak-anak dapat menyebabkan bronkiolitis, eksaserbasi asma akut, suara serak (croup), dan pneumonia. Hal ini mungkin memerlukan rawat inap di rumah sakit, tergantung pada tingkat keparahan gejalanya. Pada orang dewasa, HMPV dapat menyebabkan pneumonia, eksaserbasi asma akut, dan eksaserbasi akut pada penyakit paru obstruktif kronik. Gejala pada saluran pencernaan seperti diare, mual, dan muntah juga telah diperhatikan. Membran timpani abnormal yang menandakan infeksi atau peradangan telinga bagian tengah (otitis media) akut juga dapat terjadi. Faktor resiko yang dapat membuat gejala-gejala ini bisa sangat parah pada orang dewasa dengan penyakit penyerta, berusia lebih dari 65 tahun, dan pasien dengan sistem imun lemah, termasuk penderita HIV, kanker, terapi imunomodulator, dan penerima transplantasi organ PENANGANAN DAN PENGOBATAN Pengobatan utama adalah tindakan suportif. Pemberian Obat Antipiretik Pemberian obat antipiretik seperti asetaminofen/paracetamol dan ibuprofen diberikan pada pasien yang mengalami demam. Hidrasi cairan Jika pasien tampak dehidrasi dan tidak dapat mentoleransi hidrasi oral, hidrasi cairan intravena diindikasikan. Pemberian Oksigen Selain itu, pasien dengan HMPV mungkin memerlukan dukungan oksigen tambahan seperti kanula nasal aliran tinggi atau bahkan ventilasi mekanis pada kasus berat yang menyebabkan gagal napas akut, terutama pada pasien yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung yang sudah ada sebelumnya serta mereka yang mengalami gangguan kekebalan tubuh. Sebagian besar pasien mengalami pemulihan penuh. Ditempatkan diruang yang terpisah setiap pasien dengan HMPV harus ditempatkan pada tindakan pencegahan droplet untuk membatasi dan mencegah penyebaran. Belum ada vaksin untuk HMPV yang tersedia saat ini. PENCEGAHAN Penularan virus HMPV serupa dengan virus flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada. Karena itu, Mentri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan. Adapun tindakan pencegahan yang dilakukan oleh Klinik Utama Bumi Medika Ganesa adalah dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: Penyuluhan dan sosialisasi tentang pentingnya mencuci tangan yang benar baik secara langsung kepada tenaga kesehatan dan pasien maupun secara digital dengan pembuatan video Menyediakan sarana mencuci tangan dan informasi terkait cuci tangan yang benar Menyediakan handsanitizer / handrub dilingkungan klinik yang mudah di jangkau baik oleh Pasien maupun Tenaga Kesehatan dan disertai dengan informasi cara penggunaan yang baik dan benar. Menyediakan alat pelindung diri dasar seperti masker untuk mencegah penyebaran droplet Melakukan publikasi terkait etika batuk dan pola hidup sehat berupa poster di lingkungan klinik. Lingkungan Klinik memiliki siklus udara yang baik dan lingkungan yang bersih mencegah terjadinya penularan infeksi. UPT Layanan Kesehatan ITB juga berusaha memberi kontribusi dalam proses pencegahan dan menjadi fasilitas kesehatan yang baik dan terpercaya untuk civitas ITB maupun masyarakat umum. Kami menyediakan Klinik Pratama ITB untuk layanan dokter umum, dokter gigi umum, layanan KIA dan instalasi farmasi, selain itu terdapat pula Klinik Utama Bumi Medika Ganesa yang menyediakan layanan spesialistik yaitu konsultasi dokter spesialis  (dokter Spesialis Mata, Penyakit Dalam, Jiwa, Gigi Periodonsia) maupun layanan penunjang seperti radiologi, laboratorium dan instalasi farmasi. Daftar Pustaka Sanaa Uddin; Meagan Thomas, Human Metapneumovirus, Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; (2023 July 17) Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560910/ Muhawarman Aji, Virus HMPV Ditemukan di Indonesia, Menkes: Mirip Flu Biasa, Tidak Perlu Panik [Halaman Web]. (2025, Januari 6) Retrieved from https://kemkes.go.id/id/virus-hmpv-ditemukan-di-indonesia-menkes-mirip-flu-biasa-tidak-perlu-panik 

The post Apa Itu HMPV?? appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>

APA ITU HUMAN METAPNEUMOVIRUS (HMPV)?

Human metapneumovirus (HMPV) adalah penyebab umum infeksi saluran pernafasan pada manusia. Pada tahun 2016, HMPV diklasifikasikan semula dari famili Paramyxovirdae ke famili Pneumoviridae. Virus ini terdiri dari kelompok genetik A dan B yang masing-masing dibagi menjadi subkelas yang terdiri dari A1, A2, B1, B2 dengan variabilitas dari tahun ke tahun. HMPV pertama kali ditemukan pada tahun 2001 di Belanda namun kini telah ditemukan di seluruh dunia.

HMPV adalah virus yang menyebabkan penularan penyakit di bagian saluran pernapasan. Penularan virus HMPV biasanya menimbulkan berbagai gejala, seperti batuk, pilek, hidung tersumbat, serta demam. Virus HMPV dapat menyerang siapa saja, tetapi  virus HMPV lebih sering terjadi pada bayi, anak di bawah usia 5 tahun, lansia yang memiliki penyakit kronis, serta orang yang memiliki sistem imun yang lemah.

PATOFISIOLOGI

Metapneumovirus manusia menyebar dari orang ke orang melalui tetesan pernapasan. Masa inkubasi HMPV berkisar antara 3 hingga 5 hari dan bervariasi antar individu. Setelah inokulasi pada mukosa nasofaring, virus dapat dengan cepat menyebar ke saluran pernapasan. HMPV mengandung sekitar delapan gen yang mengkode sembilan protein berbeda yang bertanggung jawab untuk menginfeksi sel inang. Proses inflamasi juga menyebabkan masuknya monosit dan limfosit ke dalam endotel saluran napas. Gabungan respons ini menyebabkan peradangan paru yang menyebabkan manifestasi pernapasan berupa batuk, produksi lendir, demam, dan dispnea.

GEJALA DAN FAKTOR RISIKO INFEKSI HMPV

  • Orang yang terpapar HMPV biasanya memiliki gejala yang mirip dengan orang yang terkena flu.
  • Gejala umum infeksi saluran pernapasan atas meliputi batuk, pilek, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan.
  • Gejala infeksi saluran pernapasan bawah antara lain mengi, demam, batuk, sesak napas, hipoksia. Pada anak-anak dapat menyebabkan bronkiolitis, eksaserbasi asma akut, suara serak (croup), dan pneumonia. Hal ini mungkin memerlukan rawat inap di rumah sakit, tergantung pada tingkat keparahan gejalanya.
  • Pada orang dewasa, HMPV dapat menyebabkan pneumonia, eksaserbasi asma akut, dan eksaserbasi akut pada penyakit paru obstruktif kronik.
  • Gejala pada saluran pencernaan seperti diare, mual, dan muntah juga telah diperhatikan. Membran timpani abnormal yang menandakan infeksi atau peradangan telinga bagian tengah (otitis media) akut juga dapat terjadi.
  • Faktor resiko yang dapat membuat gejala-gejala ini bisa sangat parah pada orang dewasa dengan penyakit penyerta, berusia lebih dari 65 tahun, dan pasien dengan sistem imun lemah, termasuk penderita HIV, kanker, terapi imunomodulator, dan penerima transplantasi organ

PENANGANAN DAN PENGOBATAN

Pengobatan utama adalah tindakan suportif.

  1. Pemberian Obat Antipiretik

Pemberian obat antipiretik seperti asetaminofen/paracetamol dan ibuprofen diberikan pada pasien yang mengalami demam.

  1. Hidrasi cairan

Jika pasien tampak dehidrasi dan tidak dapat mentoleransi hidrasi oral, hidrasi cairan intravena diindikasikan.

  1. Pemberian Oksigen

Selain itu, pasien dengan HMPV mungkin memerlukan dukungan oksigen tambahan seperti kanula nasal aliran tinggi atau bahkan ventilasi mekanis pada kasus berat yang menyebabkan gagal napas akut, terutama pada pasien yang memiliki penyakit pernapasan atau jantung yang sudah ada sebelumnya serta mereka yang mengalami gangguan kekebalan tubuh. Sebagian besar pasien mengalami pemulihan penuh.

  1. Ditempatkan diruang yang terpisah

setiap pasien dengan HMPV harus ditempatkan pada tindakan pencegahan droplet untuk membatasi dan mencegah penyebaran. Belum ada vaksin untuk HMPV yang tersedia saat ini.

PENCEGAHAN

Penularan virus HMPV serupa dengan virus flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.

Karena itu, Mentri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan.

Adapun tindakan pencegahan yang dilakukan oleh Klinik Utama Bumi Medika Ganesa adalah dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  1. Penyuluhan dan sosialisasi tentang pentingnya mencuci tangan yang benar baik secara langsung kepada tenaga kesehatan dan pasien maupun secara digital dengan pembuatan video
  2. Menyediakan sarana mencuci tangan dan informasi terkait cuci tangan yang benar
  3. Menyediakan handsanitizer / handrub dilingkungan klinik yang mudah di jangkau baik oleh Pasien maupun Tenaga Kesehatan dan disertai dengan informasi cara penggunaan yang baik dan benar.
  4. Menyediakan alat pelindung diri dasar seperti masker untuk mencegah penyebaran droplet
  5. Melakukan publikasi terkait etika batuk dan pola hidup sehat berupa poster di lingkungan klinik.
  6. Lingkungan Klinik memiliki siklus udara yang baik dan lingkungan yang bersih mencegah terjadinya penularan infeksi.

UPT Layanan Kesehatan ITB juga berusaha memberi kontribusi dalam proses pencegahan dan menjadi fasilitas kesehatan yang baik dan terpercaya untuk civitas ITB maupun masyarakat umum. Kami menyediakan Klinik Pratama ITB untuk layanan dokter umum, dokter gigi umum, layanan KIA dan instalasi farmasi, selain itu terdapat pula Klinik Utama Bumi Medika Ganesa yang menyediakan layanan spesialistik yaitu konsultasi dokter spesialis  (dokter Spesialis Mata, Penyakit Dalam, Jiwa, Gigi Periodonsia) maupun layanan penunjang seperti radiologi, laboratorium dan instalasi farmasi.

The post Apa Itu HMPV?? appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>
Bagaimana Pelayanan Kesehatan di UPT Yankes ITB?​ https://yankes.itb.ac.id/bagaimana-pelayanan-kesehatan-di-upt-yankes-itb/ Wed, 28 Aug 2024 04:05:56 +0000 https://yankes.itb.ac.id/?p=8023 UPT Layanan Kesehatan ITB telah mengadopsi sistem rekam medis elektronik di Klinik Pratama maupun Klinik Utama. Dengan adanya sistem ini, pengunjung tidak lagi perlu membawa kartu berobat saat berkunjung ke klinik, karena semua data medis telah terekam secara digital. Selain itu, UPT Layanan Kesehatan ITB juga telah menerapkan sistem reservasi online untuk memudahkan proses pendaftaran. Civitas dan mahasiswa ITB dapat melakukan reservasi dengan menggunakan Single Sign-On (SSO), sementara masyarakat umum dapat mendaftar menggunakan email pribadi mereka. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi layanan kesehatan di ITB. Berikut cara melakukan reservasi online di website “Reservasi Online Yankes ITB” Buka laman Login atau registrasi di laman tersebut Jika anda merupakan civitas atau mahasiswa ITB, dapat login menggunakan akun SSO. Jika anda merupakan Masyarakat umum dapat log in menggunakan email pribadi. Jika anda merupakan Masyarakat umum dan belum memiliki akun, dapat melakukan registrasi terlebih dahulu. (tata cara registrasi) Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan anda : konsultasi dokter, surat keterangan sehat, telemedicine, atau homecare. Pilih poli yang anda butuhkan: Pemeriksaan Umum, Pemeriksaan Gigi dan Mulut, Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Mata, Spesialis Periodonsia, Spesialis Kedokteran jiwa, dan Pemeriksaan penunjang (Laboratorium dan Radiologi) Pilih tanggal reservasi Klik cek jadwal Pilih jadwal sesuai kebutuhan anda Lengkapi “Data Pasien” Submit Bacalah Hak dan Kewajiban Pasien, lalu ceklis bagian kotak “setuju”, dan Klik Ok. Reservasi anda telah selesai. Adapun layanan yang kami sediakan, antara lain: KLINIK PRATAMA Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk mendukung kesejahteraan Anda. Layanan yang tersedia di Klinik Pratama meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi dan mulut, serta layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). KLINIK UTAMA Klinik Utama Bumi Medika Ganesa ITB menyediakan layanan kesehatan dengan berbagai spesialisasi untuk memenuhi kebutuhan medis Anda. Kami menawarkan layanan dari spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Mata, Spesialis Kedokteran Jiwa, dan Spesialis Periodonsia. Dengan tenaga medis yang berpengalaman dan fasilitas yang memadai, Klinik Utama Bumi Medika Ganesa siap memberikan perawatan yang komprehensif dan profesional untuk kesehatan Anda. Selain konsultasi langsung di klinik, kami juga menyediakan layanan telemedicine dan homecare untuk kenyamanan Anda. Melalui telemedicine, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter dari mana saja tanpa harus datang ke klinik. Layanan ini memungkinkan Anda mendapatkan diagnosis awal, saran pengobatan, atau bahkan tindak lanjut dari perawatan sebelumnya melalui komunikasi jarak jauh, baik melalui video call maupun chat. Selain itu, kami juga menyediakan layanan homecare, di mana tim medis kami dapat datang langsung ke rumah Anda untuk memberikan perawatan. Layanan ini sangat ideal bagi pasien yang membutuhkan perawatan berkelanjutan atau memiliki keterbatasan untuk datang ke klinik. Dengan homecare, Anda tetap dapat menerima perawatan medis yang dibutuhkan dalam kenyamanan rumah Anda sendiri. Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB kini telah melayani pasien BPJS. Bagi pasien yang memiliki BPJS namun Faskes 1-nya bukan di Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB, atau bagi mereka yang tidak memiliki BPJS, dapat memanfaatkan subsidi yang disediakan untuk mahasiswa dan pegawai ITB. Sementara itu, Klinik Utama ITB saat ini masih sepenuhnya menggunakan subsidi mahasiswa dan pegawai ITB, namun tetap terbuka untuk umum, memberikan layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat luas. (link SOP Pelayanan)

The post Bagaimana Pelayanan Kesehatan di UPT Yankes ITB?​ appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>

UPT Layanan Kesehatan ITB telah mengadopsi sistem rekam medis elektronik di Klinik Pratama maupun Klinik Utama. Dengan adanya sistem ini, pengunjung tidak lagi perlu membawa kartu berobat saat berkunjung ke klinik, karena semua data medis telah terekam secara digital. Selain itu, UPT Layanan Kesehatan ITB juga telah menerapkan sistem reservasi online untuk memudahkan proses pendaftaran. Civitas dan mahasiswa ITB dapat melakukan reservasi dengan menggunakan Single Sign-On (SSO), sementara masyarakat umum dapat mendaftar menggunakan email pribadi mereka. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi layanan kesehatan di ITB. Berikut cara melakukan reservasi online di website “Reservasi Online Yankes ITB”

  1. Buka laman
  2. Login atau registrasi di laman tersebut
    1. Jika anda merupakan civitas atau mahasiswa ITB, dapat login menggunakan akun SSO.
    2. Jika anda merupakan Masyarakat umum dapat log in menggunakan email pribadi.
    3. Jika anda merupakan Masyarakat umum dan belum memiliki akun, dapat melakukan registrasi terlebih dahulu. (tata cara registrasi)
  3. Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan anda : konsultasi dokter, surat keterangan sehat, telemedicine, atau homecare.
  4. Pilih poli yang anda butuhkan: Pemeriksaan Umum, Pemeriksaan Gigi dan Mulut, Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Mata, Spesialis Periodonsia, Spesialis Kedokteran jiwa, dan Pemeriksaan penunjang (Laboratorium dan Radiologi)
  5. Pilih tanggal reservasi
  6. Klik cek jadwal
  7. Pilih jadwal sesuai kebutuhan anda
  8. Lengkapi “Data Pasien”
  9. Submit
  10. Bacalah Hak dan Kewajiban Pasien, lalu ceklis bagian kotak “setuju”, dan Klik Ok.
  11. Reservasi anda telah selesai.

Adapun layanan yang kami sediakan, antara lain:

KLINIK PRATAMA

Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk mendukung kesejahteraan Anda. Layanan yang tersedia di Klinik Pratama meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi dan mulut, serta layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

KLINIK UTAMA

Klinik Utama Bumi Medika Ganesa ITB menyediakan layanan kesehatan dengan berbagai spesialisasi untuk memenuhi kebutuhan medis Anda. Kami menawarkan layanan dari spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Mata, Spesialis Kedokteran Jiwa, dan Spesialis Periodonsia. Dengan tenaga medis yang berpengalaman dan fasilitas yang memadai, Klinik Utama Bumi Medika Ganesa siap memberikan perawatan yang komprehensif dan profesional untuk kesehatan Anda.

Selain konsultasi langsung di klinik, kami juga menyediakan layanan telemedicine dan homecare untuk kenyamanan Anda. Melalui telemedicine, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter dari mana saja tanpa harus datang ke klinik. Layanan ini memungkinkan Anda mendapatkan diagnosis awal, saran pengobatan, atau bahkan tindak lanjut dari perawatan sebelumnya melalui komunikasi jarak jauh, baik melalui video call maupun chat.

Selain itu, kami juga menyediakan layanan homecare, di mana tim medis kami dapat datang langsung ke rumah Anda untuk memberikan perawatan. Layanan ini sangat ideal bagi pasien yang membutuhkan perawatan berkelanjutan atau memiliki keterbatasan untuk datang ke klinik. Dengan homecare, Anda tetap dapat menerima perawatan medis yang dibutuhkan dalam kenyamanan rumah Anda sendiri.

Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB kini telah melayani pasien BPJS. Bagi pasien yang memiliki BPJS namun Faskes 1-nya bukan di Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB, atau bagi mereka yang tidak memiliki BPJS, dapat memanfaatkan subsidi yang disediakan untuk mahasiswa dan pegawai ITB.

Sementara itu, Klinik Utama ITB saat ini masih sepenuhnya menggunakan subsidi mahasiswa dan pegawai ITB, namun tetap terbuka untuk umum, memberikan layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat luas.

(link SOP Pelayanan)

The post Bagaimana Pelayanan Kesehatan di UPT Yankes ITB?​ appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>
Waspada! Pasien Diabetes Rentan terhadap Penyakit Gusi https://yankes.itb.ac.id/waspada-pasien-diabetes-rentan-terhadap-penyakit-gusi/ Tue, 27 Aug 2024 14:35:48 +0000 https://yankes.itb.ac.id/?p=7947 Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang sering dikaitkan dengan komplikasi serius, termasuk penyakit gusi atau periodontal. Kedua kondisi ini memiliki hubungan yang erat, pasien diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit periodontal, sementara peradangan kronis yang disebabkan oleh penyakit gusi dapat memperburuk kontrol glikemik. Oleh karena itu, penting bagi pasien diabetes untuk melakukan perawatan gigi yang lebih intensif guna mencegah dan mengelola penyakit periodontal. Mengapa Pasien Diabetes Rentan terhadap Penyakit Gusi? Diabetes yang tidak terkontrol meningkatkan risiko infeksi, termasuk infeksi pada gusi. Kadar gula darah yang tinggi dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan memperlambat penyembuhan luka, yang pada gilirannya dapat memperburuk kondisi periodontal. Pasien dengan diabetes yang tidak terkontrol juga lebih mungkin mengalami kehilangan gigi akibat kerusakan jaringan pendukung gigi yang lebih cepat. Menurut data dari Klinik Pratama ITB, hanya 22 dari 97 orang pasien diabetes melitus yang rutin memeriksakan giginya. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya perawatan gigi dan mulut masih rendah di kalangan pasien diabetes. Padahal, pemeriksaan gigi yang rutin sangat penting untuk mendeteksi dini masalah kesehatan mulut dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Lalu, bagaimana caranya untuk merawat gigi serta gusi bagi penderita diabetes melitus? Nah berikut ini sedikit tips cara merawat kesehatan gigi dan mulut bagi penderita diabetes melitus. Tips untuk Pasien Diabetes untuk Merawat Gigi dan Mulut 1. Kontrol Glikemik yang Ketat Mengelola kadar gula darah adalah langkah pertama dan paling penting dalam mencegah komplikasi pada gusi. Kadar gula darah yang terkontrol dengan baik dapat mengurangi risiko perkembangan penyakit periodontal dan meningkatkan respons tubuh terhadap perawatan periodontal. Pasien disarankan untuk memantau gula darah secara teratur dan menjaga kadar HbA1c dalam rentang yang dianjurkan oleh dokter. 2. Pembersihan Gigi dan Gusi yang Intensif: Pasien diabetes harus menjalani pembersihan gigi secara profesional lebih sering daripada pasien non-diabetes, biasanya setiap 3 hingga 6 bulan. Hal ini untuk memastikan bahwa plak dan tartar yang dapat memperburuk kondisi gusi tetap terkendali. Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluorida dan menggunakan benang gigi setiap hari sangat penting untuk menjaga kebersihan mulut yang optimal. 3. Penggunaan Obat Kumur Antiseptik: Penggunaan obat kumur antiseptik yang tidak mengandung alkohol, seperti chlorhexidine 0,12% atau 0,2%, disarankan sebelum menjalani prosedur periodontal atau operasi gigi lainnya. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko infeksi. 4. Pemantauan Periodik: Pasien harus mengikuti protokol pemeliharaan periodontal yang ketat setelah menjalani perawatan, termasuk kunjungan kontrol ke dokter gigi setiap 2 hingga 3 bulan selama tahun pertama. Ini memungkinkan deteksi dini masalah gusi yang mungkin timbul dan memastikan penanganan yang cepat. 5. Peningkatan Asupan Nutrisi: Diet seimbang yang kaya akan nutrisi penting seperti vitamin C dan kalsium dapat membantu menjaga kesehatan gusi. Pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi untuk rencana diet yang mendukung kesehatan mulut dan mengendalikan diabetes. 6. Hindari Merokok: Merokok dapat memperburuk kondisi periodontal dan mengurangi efektivitas perawatan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi pasien diabetes untuk berhenti merokok demi kesehatan gusi dan keseluruhan tubuh. Penyakit gusi merupakan komplikasi serius yang sering diabaikan pada pasien diabetes. Namun, dengan manajemen yang tepat dan perawatan gigi yang rutin, risiko komplikasi ini dapat diminimalkan. Penting bagi pasien diabetes untuk bekerja sama dengan tim medis dan dokter gigi mereka guna memastikan kesehatan mulut yang optimal, yang pada akhirnya juga dapat membantu dalam menjaga kontrol gula darah yang lebih baik. Sumber: Rekam medis Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB 2023 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7781257/

The post Waspada! Pasien Diabetes Rentan terhadap Penyakit Gusi appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>
penderita diabetes melitus rentan terkena penyakit gusi

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang sering dikaitkan dengan komplikasi serius, termasuk penyakit gusi atau periodontal. Kedua kondisi ini memiliki hubungan yang erat, pasien diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit periodontal, sementara peradangan kronis yang disebabkan oleh penyakit gusi dapat memperburuk kontrol glikemik. Oleh karena itu, penting bagi pasien diabetes untuk melakukan perawatan gigi yang lebih intensif guna mencegah dan mengelola penyakit periodontal.

Mengapa Pasien Diabetes Rentan terhadap Penyakit Gusi?

Diabetes yang tidak terkontrol meningkatkan risiko infeksi, termasuk infeksi pada gusi. Kadar gula darah yang tinggi dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan memperlambat penyembuhan luka, yang pada gilirannya dapat memperburuk kondisi periodontal. Pasien dengan diabetes yang tidak terkontrol juga lebih mungkin mengalami kehilangan gigi akibat kerusakan jaringan pendukung gigi yang lebih cepat.

gigi keropos

Menurut data dari Klinik Pratama ITB, hanya 22 dari 97 orang pasien diabetes melitus yang rutin memeriksakan giginya. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya perawatan gigi dan mulut masih rendah di kalangan pasien diabetes. Padahal, pemeriksaan gigi yang rutin sangat penting untuk mendeteksi dini masalah kesehatan mulut dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Lalu, bagaimana caranya untuk merawat gigi serta gusi bagi penderita diabetes melitus? Nah berikut ini sedikit tips cara merawat kesehatan gigi dan mulut bagi penderita diabetes melitus.

Tips untuk Pasien Diabetes untuk Merawat Gigi dan Mulut

1. Kontrol Glikemik yang Ketat

Mengelola kadar gula darah adalah langkah pertama dan paling penting dalam mencegah komplikasi pada gusi. Kadar gula darah yang terkontrol dengan baik dapat mengurangi risiko perkembangan penyakit periodontal dan meningkatkan respons tubuh terhadap perawatan periodontal. Pasien disarankan untuk memantau gula darah secara teratur dan menjaga kadar HbA1c dalam rentang yang dianjurkan oleh dokter.

2. Pembersihan Gigi dan Gusi yang Intensif:

Pasien diabetes harus menjalani pembersihan gigi secara profesional lebih sering daripada pasien non-diabetes, biasanya setiap 3 hingga 6 bulan. Hal ini untuk memastikan bahwa plak dan tartar yang dapat memperburuk kondisi gusi tetap terkendali. Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluorida dan menggunakan benang gigi setiap hari sangat penting untuk menjaga kebersihan mulut yang optimal.

3. Penggunaan Obat Kumur Antiseptik:

Penggunaan obat kumur antiseptik yang tidak mengandung alkohol, seperti chlorhexidine 0,12% atau 0,2%, disarankan sebelum menjalani prosedur periodontal atau operasi gigi lainnya. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko infeksi.

4. Pemantauan Periodik:

Pasien harus mengikuti protokol pemeliharaan periodontal yang ketat setelah menjalani perawatan, termasuk kunjungan kontrol ke dokter gigi setiap 2 hingga 3 bulan selama tahun pertama. Ini memungkinkan deteksi dini masalah gusi yang mungkin timbul dan memastikan penanganan yang cepat.

5. Peningkatan Asupan Nutrisi:

Diet seimbang yang kaya akan nutrisi penting seperti vitamin C dan kalsium dapat membantu menjaga kesehatan gusi. Pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi untuk rencana diet yang mendukung kesehatan mulut dan mengendalikan diabetes.

6. Hindari Merokok:

Merokok dapat memperburuk kondisi periodontal dan mengurangi efektivitas perawatan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi pasien diabetes untuk berhenti merokok demi kesehatan gusi dan keseluruhan tubuh.

Penyakit gusi merupakan komplikasi serius yang sering diabaikan pada pasien diabetes. Namun, dengan manajemen yang tepat dan perawatan gigi yang rutin, risiko komplikasi ini dapat diminimalkan. Penting bagi pasien diabetes untuk bekerja sama dengan tim medis dan dokter gigi mereka guna memastikan kesehatan mulut yang optimal, yang pada akhirnya juga dapat membantu dalam menjaga kontrol gula darah yang lebih baik.

Sumber:

Rekam medis Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB 2023

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7781257/

The post Waspada! Pasien Diabetes Rentan terhadap Penyakit Gusi appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>
Tips Sehat dan Bugar di Bulan Ramadhan https://yankes.itb.ac.id/tips-sehat-dan-bugar-di-bulan-ramadhan/ Thu, 28 Mar 2024 04:35:33 +0000 https://yankes.itb.ac.id/?p=7331 Ketika kita mempertimbangkan perbedaan antara berpuasa dan tidak berpuasa, penting untuk memahami implikasi yang terkait dengan kesehatan dan kesejahteraan kita. Meskipun tidak ada perbedaan yang secara signifikan mengubah arti kehidupan kita, terdapat perubahan dalam pola makan dan minum yang memengaruhi tubuh kita secara sementara. Ketika kita berpuasa, frekuensi makanan dan minuman kita berkurang, yang pada gilirannya menurunkan tingkat metabolisme dan energi dalam tubuh. Namun, tubuh memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap kondisi ini. Proses detoksifikasi yang efektif secara medis terjadi selama puasa, di mana tubuh membersihkan racun, radikal bebas, dan pencetus inflamasi yang menumpuk karena berbagai faktor seperti sisa makanan, metabolisme, polusi, obat-obatan, dan aktivitas otak. Penumpukan racun ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk gangguan pencernaan, asma, eksim, ISPA berulang, radang sendi, dan banyak lagi. Oleh karena itu, menjalani proses pembuangan racun yang efektif menjadi penting, yang minimal dilakukan sekali setahun selama 30-40 hari dengan berpuasa. Gagal melaksanakan detoksifikasi meningkatkan risiko tubuh terhadap penyakit. Untuk mendukung proses detoksifikasi dan menjaga kesehatan, penting untuk mengonsumsi makanan yang sesuai selama berpuasa. Disarankan untuk mengonsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah, serta mempertimbangkan suplemen atau multivitamin yang dapat meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh. Selama berpuasa, ada juga anjuran untuk menghindari beberapa jenis makanan seperti gula putih, tepung terigu, junk food, alkohol, kafein, gula pasir, dan produk susu komersial. Untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, disarankan untuk minum cairan dalam jumlah yang tepat, dengan memperhatikan minuman yang mengandung diuretik. Olahraga tetap dapat dilakukan selama berpuasa dengan memperhatikan beberapa tips. Olahraga ringan seperti pilates, sepeda, stretching, jalan santai, dan jogging lebih disukai, sementara olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang dapat dilakukan sebelum sahur. Selain itu, melaksanakan shalat tarawih dengan baik juga dianggap sebagai aktivitas fisik yang baik untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran. Memaksimalkan puasa Ramadhan dianggap bermanfaat bagi kesehatan jasmani dan rohani, yang dapat dicapai melalui niat yang suci, ikhlas, dan kesungguhan. Dengan memperhatikan tujuan tersebut, diharapkan puasa tidak hanya memberikan manfaat fisik tetapi juga spiritual. Demikianlah beberapa tips dan panduan untuk menjalani puasa dengan sehat dan bugar, termasuk strategi saat sahur dan berbuka. Dengan memperhatikan pola makan yang tepat, olahraga yang sesuai, dan perhatian terhadap keseimbangan cairan tubuh, kita dapat menjalani puasa dengan nyaman dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.

The post Tips Sehat dan Bugar di Bulan Ramadhan appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>

Ketika kita mempertimbangkan perbedaan antara berpuasa dan tidak berpuasa, penting untuk memahami implikasi yang terkait dengan kesehatan dan kesejahteraan kita. Meskipun tidak ada perbedaan yang secara signifikan mengubah arti kehidupan kita, terdapat perubahan dalam pola makan dan minum yang memengaruhi tubuh kita secara sementara.

Ketika kita berpuasa, frekuensi makanan dan minuman kita berkurang, yang pada gilirannya menurunkan tingkat metabolisme dan energi dalam tubuh. Namun, tubuh memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap kondisi ini. Proses detoksifikasi yang efektif secara medis terjadi selama puasa, di mana tubuh membersihkan racun, radikal bebas, dan pencetus inflamasi yang menumpuk karena berbagai faktor seperti sisa makanan, metabolisme, polusi, obat-obatan, dan aktivitas otak.

Penumpukan racun ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk gangguan pencernaan, asma, eksim, ISPA berulang, radang sendi, dan banyak lagi. Oleh karena itu, menjalani proses pembuangan racun yang efektif menjadi penting, yang minimal dilakukan sekali setahun selama 30-40 hari dengan berpuasa. Gagal melaksanakan detoksifikasi meningkatkan risiko tubuh terhadap penyakit.

Untuk mendukung proses detoksifikasi dan menjaga kesehatan, penting untuk mengonsumsi makanan yang sesuai selama berpuasa. Disarankan untuk mengonsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah, serta mempertimbangkan suplemen atau multivitamin yang dapat meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh.

Selama berpuasa, ada juga anjuran untuk menghindari beberapa jenis makanan seperti gula putih, tepung terigu, junk food, alkohol, kafein, gula pasir, dan produk susu komersial. Untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, disarankan untuk minum cairan dalam jumlah yang tepat, dengan memperhatikan minuman yang mengandung diuretik.

Olahraga tetap dapat dilakukan selama berpuasa dengan memperhatikan beberapa tips. Olahraga ringan seperti pilates, sepeda, stretching, jalan santai, dan jogging lebih disukai, sementara olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang dapat dilakukan sebelum sahur. Selain itu, melaksanakan shalat tarawih dengan baik juga dianggap sebagai aktivitas fisik yang baik untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran.

Memaksimalkan puasa Ramadhan dianggap bermanfaat bagi kesehatan jasmani dan rohani, yang dapat dicapai melalui niat yang suci, ikhlas, dan kesungguhan. Dengan memperhatikan tujuan tersebut, diharapkan puasa tidak hanya memberikan manfaat fisik tetapi juga spiritual.

Demikianlah beberapa tips dan panduan untuk menjalani puasa dengan sehat dan bugar, termasuk strategi saat sahur dan berbuka. Dengan memperhatikan pola makan yang tepat, olahraga yang sesuai, dan perhatian terhadap keseimbangan cairan tubuh, kita dapat menjalani puasa dengan nyaman dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.

The post Tips Sehat dan Bugar di Bulan Ramadhan appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>
Webinar : Mengenal Diabetes Melitus dan Kanker Serviks serta Cara Pencegahannya https://yankes.itb.ac.id/webinar-mengenal-diabete-melitus-dan-kanker-serviks-serta-cara-pencegahannya/ Wed, 07 Feb 2024 08:35:24 +0000 https://yankes.itb.ac.id/?p=7115 Diabetes Melitus: Pengertian, Jenis, Faktor Risiko, Gejala, Pencegahan, dan Komplikasi Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia), yang disebabkan oleh gangguan pada sekresi insulin, gangguan kerja insulin, atau keduanya. Penyakit ini dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, termasuk DM tipe 1 yang disebabkan oleh pankreas yang tidak mampu memproduksi insulin, DM tipe 2 yang disebabkan oleh gangguan kerja insulin yang juga dapat disertai dengan kerusakan pada sel pankreas, gestational DM yang terjadi selama kehamilan, dan tipe lain yang juga disebabkan oleh gangguan kerja insulin yang dapat disertai dengan kerusakan pada sel pankreas. Terdapat faktor risiko yang tidak dapat diubah, seperti usia di atas 40 tahun, faktor genetik, riwayat kehamilan DM, serta riwayat melahirkan anak dengan berat badan lahir di atas 4 kg atau di bawah 2.5 kg. Namun, ada juga faktor risiko yang dapat diubah, seperti kegemukan, kurangnya aktivitas fisik, dislipidemia, riwayat penyakit jantung, hipertensi, dan diet tidak seimbang. Gejala DM dapat dibagi menjadi gejala klasik, seperti sering buang air kecil (poliuri), cepat lapar (polifagia), dan sering haus (polidipsi), serta gejala tambahan seperti berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, kesemutan, gatal di daerah kewanitaan, bisul yang muncul dan hilang, penglihatan kabur, kelelahan, keputihan pada wanita, luka yang sulit sembuh, mudah mengantuk, dan impotensi pada pria. Untuk mencegah DM dan komplikasinya, disarankan untuk menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan sehat dengan porsi yang cukup dari buah dan sayur, serta mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh. Selain itu, melakukan tes glukosa secara teratur, aktifitas fisik minimal 30 menit sehari, mengelola stres, tidak merokok, dan menghindari konsumsi alkohol juga sangat penting. Komplikasi yang dapat timbul akibat DM meliputi retinopati diabetik (gangguan pada mata/penglihatan), penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah), nefropati diabetik (gangguan pada ginjal), dan neuropati diabetik (gangguan pada saraf yang dapat menyebabkan luka dan amputasi pada kaki). Untuk mencegah komplikasi DM, diperlukan pengelolaan yang baik dengan minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter atau petugas kesehatan, menjaga kadar gula darah, mengikuti pola makan sehat, beraktivitas fisik secara teratur, waspada terhadap infeksi kulit dan gangguan kulit, serta melakukan pemeriksaan mata secara teratur dan memerhatikan gejala seperti kesemutan, rasa terbakar, hilangnya sensasi, dan luka pada kaki. Untuk skrining DM, terdapat beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, antara lain pemeriksaan kadar gula darah, gula puasa, gula sewaktu, HbA1c, gula 2 jam setelah makan, glukosa urin, dan GTT. Syarat untuk pemeriksaan gula darah puasa termasuk puasa minimal 10 jam maksimal 12 jam, diperbolehkan minum air putih selama berpuasa, dan tidak disarankan melakukan aktivitas fisik terlalu berat selama berpuasa. Kanker Leher Rahim: Pengertian, Faktor Risiko, Gejala, Pencegahan, Terapi, dan Skrining Kanker leher rahim, juga dikenal sebagai kanker serviks, merupakan suatu keganasan yang terjadi pada jaringan leher rahim, yang merupakan bagian terendah dari leher rahim dan menonjol ke puncak liang senggama. Kanker ini dapat dibagi menjadi beberapa stadium, mulai dari stadium 1 di mana kanker hanya terjadi pada serviks, hingga stadium 4 di mana kanker sudah menyebar ke kandung kemih. Faktor risiko untuk kanker leher rahim meliputi hubungan seksual pada usia muda, berganti-ganti pasangan, merokok aktif atau pasif, dan infeksi berulang pada alat kelamin. Gejala kanker leher rahim pada stadium dini seringkali tidak menunjukkan gejala khas, namun pada stadium lanjut dapat muncul gejala seperti nyeri panggul, haid tidak teratur, nyeri saat berhubungan seksual, pendarahan pada masa menopause, keputihan atau keluarnya cairan encer putih kekuningan bercampur darah, serta pendarahan spontan di luar masa haid. Untuk mencegah kanker leher rahim, disarankan untuk tidak berganti-ganti pasangan seksual, tidak melakukan hubungan seksual pada usia dini, menghindari terpapar asap rokok baik secara pasif maupun aktif, menindaklanjuti hasil pemeriksaan IVA/pap smear yang positif, dan melakukan vaksinasi HPV. Terapi untuk kanker leher rahim dapat meliputi operasi, terapi radiasi, kemoterapi, terapi sel target, dan imunoterapi. Untuk skrining kanker leher rahim, pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi IVA test, papsmear, biopsi, dan pemeriksaan HPV DNA menggunakan PCR.

The post Webinar : Mengenal Diabetes Melitus dan Kanker Serviks serta Cara Pencegahannya appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>

Diabetes Melitus: Pengertian, Jenis, Faktor Risiko, Gejala, Pencegahan, dan Komplikasi

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia), yang disebabkan oleh gangguan pada sekresi insulin, gangguan kerja insulin, atau keduanya. Penyakit ini dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, termasuk DM tipe 1 yang disebabkan oleh pankreas yang tidak mampu memproduksi insulin, DM tipe 2 yang disebabkan oleh gangguan kerja insulin yang juga dapat disertai dengan kerusakan pada sel pankreas, gestational DM yang terjadi selama kehamilan, dan tipe lain yang juga disebabkan oleh gangguan kerja insulin yang dapat disertai dengan kerusakan pada sel pankreas.

Terdapat faktor risiko yang tidak dapat diubah, seperti usia di atas 40 tahun, faktor genetik, riwayat kehamilan DM, serta riwayat melahirkan anak dengan berat badan lahir di atas 4 kg atau di bawah 2.5 kg. Namun, ada juga faktor risiko yang dapat diubah, seperti kegemukan, kurangnya aktivitas fisik, dislipidemia, riwayat penyakit jantung, hipertensi, dan diet tidak seimbang.

Gejala DM dapat dibagi menjadi gejala klasik, seperti sering buang air kecil (poliuri), cepat lapar (polifagia), dan sering haus (polidipsi), serta gejala tambahan seperti berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, kesemutan, gatal di daerah kewanitaan, bisul yang muncul dan hilang, penglihatan kabur, kelelahan, keputihan pada wanita, luka yang sulit sembuh, mudah mengantuk, dan impotensi pada pria.

Untuk mencegah DM dan komplikasinya, disarankan untuk menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan sehat dengan porsi yang cukup dari buah dan sayur, serta mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh. Selain itu, melakukan tes glukosa secara teratur, aktifitas fisik minimal 30 menit sehari, mengelola stres, tidak merokok, dan menghindari konsumsi alkohol juga sangat penting.

Komplikasi yang dapat timbul akibat DM meliputi retinopati diabetik (gangguan pada mata/penglihatan), penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah), nefropati diabetik (gangguan pada ginjal), dan neuropati diabetik (gangguan pada saraf yang dapat menyebabkan luka dan amputasi pada kaki).

Untuk mencegah komplikasi DM, diperlukan pengelolaan yang baik dengan minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter atau petugas kesehatan, menjaga kadar gula darah, mengikuti pola makan sehat, beraktivitas fisik secara teratur, waspada terhadap infeksi kulit dan gangguan kulit, serta melakukan pemeriksaan mata secara teratur dan memerhatikan gejala seperti kesemutan, rasa terbakar, hilangnya sensasi, dan luka pada kaki.

Untuk skrining DM, terdapat beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, antara lain pemeriksaan kadar gula darah, gula puasa, gula sewaktu, HbA1c, gula 2 jam setelah makan, glukosa urin, dan GTT. Syarat untuk pemeriksaan gula darah puasa termasuk puasa minimal 10 jam maksimal 12 jam, diperbolehkan minum air putih selama berpuasa, dan tidak disarankan melakukan aktivitas fisik terlalu berat selama berpuasa.

Kanker Leher Rahim: Pengertian, Faktor Risiko, Gejala, Pencegahan, Terapi, dan Skrining

Kanker leher rahim, juga dikenal sebagai kanker serviks, merupakan suatu keganasan yang terjadi pada jaringan leher rahim, yang merupakan bagian terendah dari leher rahim dan menonjol ke puncak liang senggama. Kanker ini dapat dibagi menjadi beberapa stadium, mulai dari stadium 1 di mana kanker hanya terjadi pada serviks, hingga stadium 4 di mana kanker sudah menyebar ke kandung kemih.

Faktor risiko untuk kanker leher rahim meliputi hubungan seksual pada usia muda, berganti-ganti pasangan, merokok aktif atau pasif, dan infeksi berulang pada alat kelamin. Gejala kanker leher rahim pada stadium dini seringkali tidak menunjukkan gejala khas, namun pada stadium lanjut dapat muncul gejala seperti nyeri panggul, haid tidak teratur, nyeri saat berhubungan seksual, pendarahan pada masa menopause, keputihan atau keluarnya cairan encer putih kekuningan bercampur darah, serta pendarahan spontan di luar masa haid.

Untuk mencegah kanker leher rahim, disarankan untuk tidak berganti-ganti pasangan seksual, tidak melakukan hubungan seksual pada usia dini, menghindari terpapar asap rokok baik secara pasif maupun aktif, menindaklanjuti hasil pemeriksaan IVA/pap smear yang positif, dan melakukan vaksinasi HPV.

Terapi untuk kanker leher rahim dapat meliputi operasi, terapi radiasi, kemoterapi, terapi sel target, dan imunoterapi. Untuk skrining kanker leher rahim, pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi IVA test, papsmear, biopsi, dan pemeriksaan HPV DNA menggunakan PCR.

The post Webinar : Mengenal Diabetes Melitus dan Kanker Serviks serta Cara Pencegahannya appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>
UPT Layanan Kesehatan ITB bersama Laboratorium Pramita | Webinar Mengenal Diabetes Melitus dan Kanker Serviks serta Cara Pencegahannya https://yankes.itb.ac.id/webinar-mengenal-diabetes-melitus-dan-kanker-serviks-serta-cara-pencegahannya/ Tue, 06 Feb 2024 04:17:45 +0000 https://yankes.itb.ac.id/?p=7055 Pada hari Senin, 5 Februari 2024, UPT Yankes ITB bersama Laboratorium Pramita dengan bangga menyelenggarakan sebuah webinar interaktif yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang dua penyakit yang sering dihadapi masyarakat, yaitu Diabetes Melitus dan Kanker Serviks. Acara ini dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, tenaga pendidik, hingga masyarakat umum yang peduli terhadap kesehatan mereka. Webinar dimulai dengan sambutan hangat dari moderator, yang menyampaikan urgensi pemahaman lebih lanjut mengenai diabetes melitus dan kanker serviks. Mereka menjelaskan bahwa kedua kondisi kesehatan ini dapat diidentifikasi lebih awal melalui skrining yang tepat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan kualitas hidup. Pertama-tama, narasumber yakni dr. Odilia Lustriana memberikan presentasi mengenai diabetes melitus, menjelaskan faktor risiko, gejala, dan pentingnya pemeriksaan gula darah rutin. Dia menyoroti bahwa dengan mendeteksi diabetes lebih awal, dapat membantu mengelola kondisi ini dengan lebih efektif, mencegah komplikasi, dan meningkatkan gaya hidup yang sehat. Selanjutnya, dr. Odilia juga memberikan informasi mendalam tentang kanker serviks dan manfaat papsmear. Dia menjelaskan bagaimana pemeriksaan rutin ini dapat membantu mendeteksi perubahan sel pra-kanker secara dini, memberikan peluang untuk pengobatan yang lebih sukses. Dalam presentasinya, dia juga menekankan pentingnya vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan primer. Selama sesi tanya jawab, peserta webinar memiliki kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber tersebut. Diskusi interaktif ini memberikan pemahaman yang lebih baik dan membantu meredakan kekhawatiran atau ketidakjelasan yang mungkin dirasakan oleh peserta. Menariknya, untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat, UPT Yankes ITB menawarkan layanan skrining diabetes dan papsmear gratis bagi peserta yang mendaftar. Mereka menyediakan informasi lengkap tentang lokasi dan waktu pemeriksaan, serta memberikan panduan tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengakses layanan tersebut. Webinar “Mengenal Diabetes Melitus dan Kanker Serviksserta Pencegahannya” diakhiri dengan harapan bahwa peserta akan lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mereka dan melakukan tindakan preventif yang diperlukan. Semoga, melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih proaktif dalam merawat kesehatan mereka sendiri dan mengambil langkah-langkah preventif yang diperlukan untuk mengurangi risiko diabetes melitus dan kanker serviks. (Narasumber: dr. Odilia Lustriana) (Editor: Maura Putri Kenanga, S.K.M)

The post UPT Layanan Kesehatan ITB bersama Laboratorium Pramita | Webinar Mengenal Diabetes Melitus dan Kanker Serviks serta Cara Pencegahannya appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>

Pada hari Senin, 5 Februari 2024, UPT Yankes ITB bersama Laboratorium Pramita dengan bangga menyelenggarakan sebuah webinar interaktif yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang dua penyakit yang sering dihadapi masyarakat, yaitu Diabetes Melitus dan Kanker Serviks. Acara ini dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, tenaga pendidik, hingga masyarakat umum yang peduli terhadap kesehatan mereka.

Webinar dimulai dengan sambutan hangat dari moderator, yang menyampaikan urgensi pemahaman lebih lanjut mengenai diabetes melitus dan kanker serviks. Mereka menjelaskan bahwa kedua kondisi kesehatan ini dapat diidentifikasi lebih awal melalui skrining yang tepat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan kualitas hidup.

Pertama-tama, narasumber yakni dr. Odilia Lustriana memberikan presentasi mengenai diabetes melitus, menjelaskan faktor risiko, gejala, dan pentingnya pemeriksaan gula darah rutin. Dia menyoroti bahwa dengan mendeteksi diabetes lebih awal, dapat membantu mengelola kondisi ini dengan lebih efektif, mencegah komplikasi, dan meningkatkan gaya hidup yang sehat.

Selanjutnya, dr. Odilia juga memberikan informasi mendalam tentang kanker serviks dan manfaat papsmear. Dia menjelaskan bagaimana pemeriksaan rutin ini dapat membantu mendeteksi perubahan sel pra-kanker secara dini, memberikan peluang untuk pengobatan yang lebih sukses. Dalam presentasinya, dia juga menekankan pentingnya vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan primer.

Selama sesi tanya jawab, peserta webinar memiliki kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber tersebut. Diskusi interaktif ini memberikan pemahaman yang lebih baik dan membantu meredakan kekhawatiran atau ketidakjelasan yang mungkin dirasakan oleh peserta.

Menariknya, untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat, UPT Yankes ITB menawarkan layanan skrining diabetes dan papsmear gratis bagi peserta yang mendaftar. Mereka menyediakan informasi lengkap tentang lokasi dan waktu pemeriksaan, serta memberikan panduan tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengakses layanan tersebut.

Webinar “Mengenal Diabetes Melitus dan Kanker Serviksserta Pencegahannya” diakhiri dengan harapan bahwa peserta akan lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mereka dan melakukan tindakan preventif yang diperlukan. Semoga, melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih proaktif dalam merawat kesehatan mereka sendiri dan mengambil langkah-langkah preventif yang diperlukan untuk mengurangi risiko diabetes melitus dan kanker serviks.

(Narasumber: dr. Odilia Lustriana)
(Editor: Maura Putri Kenanga, S.K.M)

The post UPT Layanan Kesehatan ITB bersama Laboratorium Pramita | Webinar Mengenal Diabetes Melitus dan Kanker Serviks serta Cara Pencegahannya appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>
GRATIS!! Papsmear dan Skrining DM di UPT Layanan Kesehatan ITB https://yankes.itb.ac.id/papsmear-skriningdm-gratis/ Fri, 02 Feb 2024 03:31:11 +0000 https://yankes.itb.ac.id/?p=6997 Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan bersama Laboratorium Pramita akan bersinergi melayani kegiatan promotif dan preventif yakni Papsmear dan Skrining Diabetes secara GRATIS!! Kegiatan Papsmear ini sebagai bentuk deteksi dini akan penyakit kanker serviks dan meningkatkan kesadaran perempuan untuk memeriksakan diri. Begitu juga dengan skrining diabetes. Skrining ini tidak hanya diperuntukan bagi mereka yang telah mengidap penyakit diabetes, namun penting juga untuk kita sebagai deteksi dini penyakit diabetes tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di Klinik Utama Bumi Medika Ganesha pada tanggal 06 Februari 2024 sampai dengan 08 Maret 2024. Layanan ini buka setiap hari kerja (Senin-Jum’at) dari pukul 08.00 – 11.00 WIB. Pap Smear Pap smear adalah prosedur pemeriksaan pada leher rahim (serviks) untuk mendeteksi ada tidaknya sel-sel abnormal yang berisiko menyebabkan kanker serviks.  Sasaran papsmear adalah Wanita berumur lebih dari 15 Tahun dan aktif secara seksual. Untuk persiapan pemeriksaan Papsmear adalah sebagai berikut: Tidak sedang haid (Bisa dilakukan setelah 3 Hari bersih dari Menstruasi) Tidak menggunakan obat-obatan atau Sabun untuk Vagina selama 2 hari. Tidak melakukan hubungan seksual dalam 24 iam sebelum pelaksanaan pemeriksaan. Skrining Diabetes Mellitus Skrining diabetes adalah prosedur pemeriksaan untuk mengukur kadar glukosa darah. Skrining yang akan dilakukan adalah Gula Darah Puasa dan Gula Darah 2 Jam Puasa. Sasaran skrining diabetes mellitus adalah: Usia > 15 Tahun Belum pernah didiagnosa Diabetes Melitus Persiapan Skrining diabetes Mellitus adalah sebagai berikut: Puasa dilakukan selama 10 – 12 iam sebelum pemerikaan laboraiorium (dipastikan makan satu porsi nasi l jam sebelum dimulai puasa) Selama puasa, anda tidak diperkenankan makan dan minum kecuali air mineral. Tidak mengkonsumsi obat kecuali sesuai dengan petuniuk dokter. Bagi bapak/ibu yang berminat mengikuti pemeriksaan tersebut terdapat syarat dan ketentuan sebagai berikut: Kartu BPJS Aktif dan KTP (Fotocopy) Melakukan reservasi online pada link ini.  (Editor: Maura Putri Kenanga, S.K.M)

The post GRATIS!! Papsmear dan Skrining DM di UPT Layanan Kesehatan ITB appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>

Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan bersama Laboratorium Pramita akan bersinergi melayani kegiatan promotif dan preventif yakni Papsmear dan Skrining Diabetes secara GRATIS!!

Kegiatan Papsmear ini sebagai bentuk deteksi dini akan penyakit kanker serviks dan meningkatkan kesadaran perempuan untuk memeriksakan diri.

Begitu juga dengan skrining diabetes. Skrining ini tidak hanya diperuntukan bagi mereka yang telah mengidap penyakit diabetes, namun penting juga untuk kita sebagai deteksi dini penyakit diabetes tersebut.

Kegiatan ini dilaksanakan di Klinik Utama Bumi Medika Ganesha pada tanggal 06 Februari 2024 sampai dengan 08 Maret 2024. Layanan ini buka setiap hari kerja (Senin-Jum’at) dari pukul 08.00 – 11.00 WIB.

Pap Smear

Pap smear adalah prosedur pemeriksaan pada leher rahim (serviks) untuk mendeteksi ada tidaknya sel-sel abnormal yang berisiko menyebabkan kanker serviks.  Sasaran papsmear adalah Wanita berumur lebih dari 15 Tahun dan aktif secara seksual. Untuk persiapan pemeriksaan Papsmear adalah sebagai berikut:

  1. Tidak sedang haid (Bisa dilakukan setelah 3 Hari bersih dari Menstruasi)
  2. Tidak menggunakan obat-obatan atau Sabun untuk Vagina selama 2 hari.
  3. Tidak melakukan hubungan seksual dalam 24 iam sebelum pelaksanaan pemeriksaan.

Skrining Diabetes Mellitus

Skrining diabetes adalah prosedur pemeriksaan untuk mengukur kadar glukosa darah. Skrining yang akan dilakukan adalah Gula Darah Puasa dan Gula Darah 2 Jam Puasa. Sasaran skrining diabetes mellitus adalah:

  • Usia > 15 Tahun
  • Belum pernah didiagnosa Diabetes Melitus

Persiapan Skrining diabetes Mellitus adalah sebagai berikut:

  1. Puasa dilakukan selama 10 – 12 iam sebelum pemerikaan laboraiorium (dipastikan makan satu porsi nasi l jam sebelum dimulai puasa)
  2. Selama puasa, anda tidak diperkenankan makan dan minum kecuali air mineral.
  3. Tidak mengkonsumsi obat kecuali sesuai dengan petuniuk dokter.

Bagi bapak/ibu yang berminat mengikuti pemeriksaan tersebut terdapat syarat dan ketentuan sebagai berikut:

  1. Kartu BPJS Aktif dan KTP (Fotocopy)
  2. Melakukan reservasi online pada link ini

(Editor: Maura Putri Kenanga, S.K.M)

The post GRATIS!! Papsmear dan Skrining DM di UPT Layanan Kesehatan ITB appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>
UPT Yankes ITB bersama Dokter Luh Suci Maharani Mengadakan Webinar Kesehatan Mata Tentang Computer Vision Syndrome https://yankes.itb.ac.id/upt-yankes-itb-bersama-dokter-luh-suci-maharani-mengadakan-webibar-kesehatan-mata-tentang-computer-vision-syndrome/ Thu, 14 Sep 2023 07:17:39 +0000 https://yankes.itb.ac.id/?p=6575 UPT Layanan Kesehatan ITB Kembali menghadirkan Webinar Kesehatan pada tanggal 8 September 2023 dengan judul Computer Vision Syndrome yang disampaikan oleh dr. Luh Suci Maharani Sp.M atau yang sering disebut dengan dr. Suci selaku dokter spesialis mata Klinik Utama Bumi Medika Ganesa ITB.  Dalam webinar ini dr. Suci menyampaikan bahwa pada kehidupan saat ini tidak terlepas dari digitalisasi atau gadget maka dari itu akan berdampak pada Kesehatan mata. Computer Vision Syndrome (CVS) bukanlah suatu penyakit akan tetapi suatu gejala yang timbul akibat memakai Gadget setiap saat.  Gejala yang timbul seperti sakit kepala, kaku pada sendi dan bahu, penglihatan ganda atau buram, iritasi pada mata seperti mata merah, rasa tidak nyaman pada mata. Adapun faktor risiko yang menyebabkan gejala tersebut adalah durasi waktu menggunakan computer/laptop/ipad/handphone yang terlalu lama, kelainan refraksi seperti penggunaan kacamata yang sudah tidak cocok, Anak-anak yang sudah menggunakan gadget dengan durasi waktu yang lama, dan biasanya lebih sering terjadi pada Perempuan, namun seiring berjalannya waktu tidak ada yang membedakan antara Laki-Laki dan Perempuan.  Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan metode 20-20-20 yaitu sebaiknya melakukan istirahat setelah 20 menit melakukan aktivitas dengan gadget, melihat objek jauh sejauh 20 kaki (6 meter) dilakukan selama 20 detik, penggunaan computer yang ergonomis yaitu tidak boleh terlalu rendah atau terlalu tinggi dan nyaman Ketika digunakan, melakukan pemeriksaan Kesehatan mata ke spesialis mata ketika penglihatan sudah tidak nyaman dan tidak ada perbaikan setelah melakukan istirahat disela aktivitas menggunakan gadget atau setelah melakukan metode 20-20-20. (Narasumber: dr, Luh Suci Maharani, Sp.M) (Editor: Syifa Fauziyah, S.KM)

The post UPT Yankes ITB bersama Dokter Luh Suci Maharani Mengadakan Webinar Kesehatan Mata Tentang Computer Vision Syndrome appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>

UPT Layanan Kesehatan ITB Kembali menghadirkan Webinar Kesehatan pada tanggal 8 September 2023 dengan judul Computer Vision Syndrome yang disampaikan oleh dr. Luh Suci Maharani Sp.M atau yang sering disebut dengan dr. Suci selaku dokter spesialis mata Klinik Utama Bumi Medika Ganesa ITB. 

Dalam webinar ini dr. Suci menyampaikan bahwa pada kehidupan saat ini tidak terlepas dari digitalisasi atau gadget maka dari itu akan berdampak pada Kesehatan mata. Computer Vision Syndrome (CVS) bukanlah suatu penyakit akan tetapi suatu gejala yang timbul akibat memakai Gadget setiap saat. 

Gejala yang timbul seperti sakit kepala, kaku pada sendi dan bahu, penglihatan ganda atau buram, iritasi pada mata seperti mata merah, rasa tidak nyaman pada mata. Adapun faktor risiko yang menyebabkan gejala tersebut adalah durasi waktu menggunakan computer/laptop/ipad/handphone yang terlalu lama, kelainan refraksi seperti penggunaan kacamata yang sudah tidak cocok, Anak-anak yang sudah menggunakan gadget dengan durasi waktu yang lama, dan biasanya lebih sering terjadi pada Perempuan, namun seiring berjalannya waktu tidak ada yang membedakan antara Laki-Laki dan Perempuan. 

Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan metode 20-20-20 yaitu sebaiknya melakukan istirahat setelah 20 menit melakukan aktivitas dengan gadget, melihat objek jauh sejauh 20 kaki (6 meter) dilakukan selama 20 detik, penggunaan computer yang ergonomis yaitu tidak boleh terlalu rendah atau terlalu tinggi dan nyaman Ketika digunakan, melakukan pemeriksaan Kesehatan mata ke spesialis mata ketika penglihatan sudah tidak nyaman dan tidak ada perbaikan setelah melakukan istirahat disela aktivitas menggunakan gadget atau setelah melakukan metode 20-20-20.

(Narasumber: dr, Luh Suci Maharani, Sp.M)

(Editor: Syifa Fauziyah, S.KM)

The post UPT Yankes ITB bersama Dokter Luh Suci Maharani Mengadakan Webinar Kesehatan Mata Tentang Computer Vision Syndrome appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>
Mutu Layanan Kesehatan https://yankes.itb.ac.id/mutu-layanan-kesehatan/ Thu, 14 Sep 2023 05:30:38 +0000 https://yankes.itb.ac.id/?p=6569 Capaian Kepuasan Pasien BPJS Terhadap Layanan Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB Semester I Tahun 2023 Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, dalam rangka peningkatan mutu layanan Kesehatan diadakan survey kepuasan pasien BPJS dengan memuat pertanyaan seputar kesesuaian jam praktik layanan, SDM yang membantu pelayanan pasien, pemberian informasi tentang pelayanan BPJS, sarana dan prasaran untuk menunggu layanan, efesiensi waktu pemeriksaan dokter, penyetaraan pasien BPJS dan pasien Umum, dan pembayaran. Survey ini dilakukan secara Sukarela tanpa paksaan dari pihak manapun oleh pasien BPJS yang telah menerima layanan di Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB baik dari Civitas Akademik ITB ataupun dari Masyarakat Umum, baik pasien dari poli umum atau dari poli gigi semua pasien berhak mengisi Survey Kepuasan layanan menggunakan BPJS Kesehatan. Survey dapat diisi melalui Formulir yang disediakan oleh Petugas BPJS. Berikut merupakan Jumlah responden yang mengisi survey kepuasan layanan BPJS di Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB, jumlah responden bervariasi setiap bulannya menyesuaikan banyaknya pasien yang berobat menggunakan BPJS dan sukarelawan pasien dalam mengisi Survey. Berikut adalah skor survey kepuasan pasien BPJS yang menerima layanan di Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB, jumlah responden dan skor survey kepuasan bervariasi setiap bulannya, skor terendah ada di bulan Mei dengan Skor 88,64% dan skor tertinggi pada bulan Juli dengan Skor 100%. Dengan adanya survey Kepuasan pasien BPJS diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan Kesehatan di klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB. Sumber : Laporan bulanan WTA (Walk Through Audit) BPJS Kesehatan

The post Mutu Layanan Kesehatan appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>

Capaian Kepuasan Pasien BPJS Terhadap Layanan Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB Semester I Tahun 2023

Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, dalam rangka peningkatan mutu layanan Kesehatan diadakan survey kepuasan pasien BPJS dengan memuat pertanyaan seputar kesesuaian jam praktik layanan, SDM yang membantu pelayanan pasien, pemberian informasi tentang pelayanan BPJS, sarana dan prasaran untuk menunggu layanan, efesiensi waktu pemeriksaan dokter, penyetaraan pasien BPJS dan pasien Umum, dan pembayaran. Survey ini dilakukan secara Sukarela tanpa paksaan dari pihak manapun oleh pasien BPJS yang telah menerima layanan di Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB baik dari Civitas Akademik ITB ataupun dari Masyarakat Umum, baik pasien dari poli umum atau dari poli gigi semua pasien berhak mengisi Survey Kepuasan layanan menggunakan BPJS Kesehatan. Survey dapat diisi melalui Formulir yang disediakan oleh Petugas BPJS.

Berikut merupakan Jumlah responden yang mengisi survey kepuasan layanan BPJS di Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB, jumlah responden bervariasi setiap bulannya menyesuaikan banyaknya pasien yang berobat menggunakan BPJS dan sukarelawan pasien dalam mengisi Survey.

Berikut adalah skor survey kepuasan pasien BPJS yang menerima layanan di Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB, jumlah responden dan skor survey kepuasan bervariasi setiap bulannya, skor terendah ada di bulan Mei dengan Skor 88,64% dan skor tertinggi pada bulan Juli dengan Skor 100%.

Dengan adanya survey Kepuasan pasien BPJS diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan Kesehatan di klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB.

Sumber : Laporan bulanan WTA (Walk Through Audit) BPJS Kesehatan

The post Mutu Layanan Kesehatan appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>
Vaksinasi Covid-19 UPT Layanan Kesehatan ITB Desember 2022 https://yankes.itb.ac.id/vaksinasi-covid-19-upt-yankes-itb-2022/ https://yankes.itb.ac.id/vaksinasi-covid-19-upt-yankes-itb-2022/#respond Thu, 15 Dec 2022 12:21:49 +0000 https://yankes.itb.ac.id/?p=2932 Bandung, itb.ac.id – UPT Yankes ITB kembali mengadakan program vaksinasi Covid-19 booster ke 1 dan ke 2 (dosis 3 dan 4) pada tanggal 13 – 23 Desember 2022. Adapun pelayanan vaksinasi dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu mulai pukul 08:00 – 11:30 serta Jumat pukul 08:00 – 11:00. Jenis vaksin yang digunakan dalam kegiatan vaksinasi ini adalah Pfizer. Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu upaya mendukung program pemerintah untuk menanggulangi virus Covid-19 dengan tujuan terbentuknya herd immunity dan mengurangi angka kesakitan dan angka kematian akibat Covid-19. Kegiatan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan UPT Yankes ITB ini terbuka untuk sivitas ITB & Masyarakat Umum, dengan memenuhi syarat sebagai berikut: Berusia 18 tahun atau lebih (untuk booster 1 atau dosis 3); berusia 60 tahun atau lebih (untuk booster 2 atau dosis 4); Telah mendapatkan vaksinasi dosis 2 minimal 3 bulan yang lalu (untuk booster 1 atau dosis 3); telah mendapatkan vaksinasi dosis 3 minimal 6 bulan yang lalu (untuk booster 2 atau dosis 4). Memiliki tiket vaksinasi dari Peduli Lindungi. Membawa KTP (atau fotokopinya). Membawa surat keterangan layak vaksin dari dokter jika mempunyai penyakit kronis berat. Untuk melakukan pendaftaran vaksinasi, anda dapat mengakses menu Pendaftaran Online > Vaksinasi Covid-19.

The post Vaksinasi Covid-19 UPT Layanan Kesehatan ITB Desember 2022 appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>

Bandung, itb.ac.id – UPT Yankes ITB kembali mengadakan program vaksinasi Covid-19 booster ke 1 dan ke 2 (dosis 3 dan 4) pada tanggal 13 – 23 Desember 2022. Adapun pelayanan vaksinasi dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu mulai pukul 08:00 – 11:30 serta Jumat pukul 08:00 – 11:00. Jenis vaksin yang digunakan dalam kegiatan vaksinasi ini adalah Pfizer.

Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu upaya mendukung program pemerintah untuk menanggulangi virus Covid-19 dengan tujuan terbentuknya herd immunity dan mengurangi angka kesakitan dan angka kematian akibat Covid-19.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan UPT Yankes ITB ini terbuka untuk sivitas ITB & Masyarakat Umum, dengan memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Berusia 18 tahun atau lebih (untuk booster 1 atau dosis 3); berusia 60 tahun atau lebih (untuk booster 2 atau dosis 4);
  2. Telah mendapatkan vaksinasi dosis 2 minimal 3 bulan yang lalu (untuk booster 1 atau dosis 3); telah mendapatkan vaksinasi dosis 3 minimal 6 bulan yang lalu (untuk booster 2 atau dosis 4).
  3. Memiliki tiket vaksinasi dari Peduli Lindungi.
  4. Membawa KTP (atau fotokopinya).
  5. Membawa surat keterangan layak vaksin dari dokter jika mempunyai penyakit kronis berat.

Untuk melakukan pendaftaran vaksinasi, anda dapat mengakses menu Pendaftaran Online > Vaksinasi Covid-19.

The post Vaksinasi Covid-19 UPT Layanan Kesehatan ITB Desember 2022 appeared first on UPT Layanan Kesehatan.

]]>
https://yankes.itb.ac.id/vaksinasi-covid-19-upt-yankes-itb-2022/feed/ 0